
Barusan pulang dari kampus pake motor ku yang "keren", pas pengkolan mampir bentar di tempat jualan lotek dan gado2 dan ternyata yang jualan itu adalah ibu2...ak mampir lantaran td siang belum sempat makan, jam 3.00 siang ak baru pulang kampus, jadi pas d "TKP" nyampe jam 3.20 siang, karena banyak nya lampu merah, mengakibatkan lamanya perjalanan dari kampus kurang lebih 20 menit,
mau apa mas, ibu itu bertanya?
ada nya ap ibu? ak balik nanya
ad nya gado2 ma lotek?
hmmak pesen lotek aj klo gtu?
pedes ga?
ya pedes, hmmm pokoknya loteknya komplit plit aj..
ya mas..
akhirnya ibu itu pun mulai menghancurkan kacang dan menggiling nya, dan mencampurkan adonan lainnya...
hallo ibu, laris ni, mau nabung berapa?
tiba2 ad suara yang ga jelas terdengar, ternyata mas muda, kira2 berumur 32 thn, dia adalah petugas simpan pinjam,
15rb aj pak, tiba2 ibu lotek bersuara,
oo 15 rb ya..
iya, belum ada pelanggan banyak,
oohh iya..
dengan ligat bapak muda itu menuliskan jumlah uang yang ditabungkan ibu itu kedalam sebuah buku saldo, buku nya pun sudah lusuh dan bercampur aneka warna dari "sambal"
ak tatap wajah bapak muda itu, terpancar kesungguhan akan pekerjaannya, tapi tidak memungkiri dia sangat kelelahan, dan capek dengan pekerjaannya itu, apalagi tiap hari dengan silih berganti hrs menghampiri setiap warung (konsumen) yang menabung ditempat simpan pinjam dy bekerja itupun dilakukanny dengan berjalan kaki, betapa susahnya, padahal hanya sekedar menanyakan "mau menabung berapa?"
ak langsung teringat dengan bapak ibuku yang mebiayai ak kuliah, kdg2 belom awal bln sudah dapat kiriman lagi, ak melihat lagi bapak muda itu dan menatap wajahnya yang layu, ad lingkaran hitam dimatanya, ak ga tega lagi melihat, belum lagi bdn yang kurus dan pakaian yang sudah memudar, akhirnya diapun selesai menulis, dan memberikan buku saldo ibu itu dan berjalan lagi ke warung lain, begitulah dia tiap hari kata ibu lotek itu,.
mas ini loteknya dah poll
ohhiiyaa,..jawab ak agak kikuk,
berapa bu?
5 rb, kemudian ak ksh uang 20rb dan dikembalikan 15rb,
ak pun kembali mengendarai motor ku yang keren itu, tak jauh kulihat bapak muda itu berjalan sambil menggandeng tas..
selamat berjuan pak!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar